Rangkaian Cara Mengobati Mastoiditis Yang Layak Dicoba

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengobati Mastoiditis

sumber gambar: halodoc.com

Sebelum anda mengetahui cara mengobati mastoiditis, pasti dokter akan melakukan rangkaian tes untuk memastikan apakah pasien terjangkit penyakit ini atau tidak. Rangkaian tes yang dimaksud merupakan uji diagnosis berdasarkan anamnesis, baik berupa pemeriksaan kesehatan dan cek riwayat kesehatan. Cek riwayat kesehatan dilihat dari faktor genetik di keluarga pasien dan riwayat penyakit yang pernah pasien derita. Adapun pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan beberapa rangkaian, antara lain pengambilan sampel cairan pada telinga untuk di uji, CT scan, rontgen, dan MRI apabila diperlukan

Pengobatan bagi penderita mastoidistis cukup sulit. Hal ini karena obat yang digunakan akan cukup susah untuk terserap sampai ke tulang mastoid. Alhasil pasien diharuskan bersabar dalam waktu penyembuhannya. Berikut rangkaian cara mengobati mastoiditis yang dapat pasien lakukan, yaitu.

  1. Konsumsi Tablet Antibiotik

Pengobatan utama yang dilakukan berupa konsumsi antibiotik sistemik, baik itu secara intravena ataupun oral. Kutipan pada alodokter.com menjelaskan bahwa penentuan jenis antibiotik yang dipakai harus sesuai dengan mikroorganisme yang menjadi penyebab infeksi. Ada beberap kasus yang mengharuskan penderita untuk disuntikkan secara langsung ke aliran darah yang disambung dengan konsumsi tablet antibiotik. Padahal jika anda mengonsumsi antibiotik ini, setidaknya akan sembuh dalam jangka waktu dua minggu. 

  1. Operasi Tulang Mastoid

Cara lain menyebutkan bahwa ketika obat antibiotik tidak ampuh untuk penyembuhan, pasien dapat melakukan operasi pengangkatan semua tulang mastoid. Tindakan ini juga dapat disebut dengan mastoidektomi.

  1. Operasi Pengangkatan dan Perbaikan Mastoid

Pasien juga dapat melakukan operasi pembedahan lain berupa pengangkatan tulang mastoid pada telinga. Kemudian memperbaiki mastoiditisnya.

  1. Pencucian Telinga

Metode penyembuhan dengan cara ini dengan memanfaatkan H2O2 dan memberikan antibiotik tetes telinga berupa Ofloxacin untuk pencucian telinga.

  1. Miringotomi

Laman halodoc.com menyatakan bahwa penyembuhan ini dilakukan dengan mengeluarkan semua cairan pada telinga tengah agar tekanan menurun. Caranya dengan membuat lubang berukuran kecil di bagian gendang telinga. 

  1. Konsumsi Obat Tertentu

Artikel dalam klikdokter mengatakan obat yang dapat dikonsumsi, antara lain antinyeri dan anti peradangan.

Sesuai artikel yang dilansir pada hellosehat.com, pengobatan di rumah juga dapat dilakukan oleh pasien agar cepat sembuh dari penyakit tersebut. Cara pengobatan mastoiditis yang dimaksud berupa menjaga pola hidup sehat dan rangkaian pengobatan rumahan lain sesuai anjuran dari dokter. Jangan melakukan pengobatan yang tidak sesuai dengan saran dokter. Ini nih yang paling utama, usahakan untuk menjaga telinga anda tetap kering dan bersih. Jika ada cairan di dalam telinga, bersihkan dengan kapas telinga. Sebab telinga yang basah memungkinkan bakteri masuk dan berkembang biak di dalam telinga. Tidak disarankan untuk menggunakan cutton bud terlalu sering sebab dikhawatirkan akan melukai bagian telinga. 

Pengobatan alami yang dapat anda lakukan dengan meneteskan 1 – 2 tetes campuran antara minyak bawang putih dan minyak zaitun ke dalam telinga yang terinfeksi. Pengobatan bagi pasien yang masih anak-anak akan berbeda lagi. Ada beberapa tata cara yang harus dilakukan sesuai dengan kutipan ichrc.org, antara lain sebagai berikut.

  1. Anak harus dirawat inap di rumah sakit. Setidaknya pasien diperiksa oleh dokter sekali sehari dan oleh perawat setiap 6 jam sekali. Apabila respon pasien terhadap pengobatan kurang baik maka mungkin pasien mengalami abses otak bahkan meningitis.
  2. Apabila pasien mengalami rewel atau gelisah akibat demam tinggi (suhu tubuh lebih dari sama dengan 38.5°C) maka diperbolehkan untuk memberinya parasetamol.
  3. Pasien setidaknya dianjurkan untuk mengonsumsi ampisilin 200 mg/kgBB yang terbagi menjadi 3 dosis. Ini minimum dilakukan selama 14 hari.
  4. Jika anak mengalami hipersensitif terhadap ampisilin, dokter akan memberikan eritromisin yang ditambahkan oleh larutan sulfa kotrimoksazol hingga gejalanya menghilang.
  5. Pasien dengan mastoiditis dan iritasi pada susunan syaraf pusat disarankan untuk rujuk ke dokter spesialis THT. Apabila tidak ada, maka insisi abses dapat diurus oleh dokter ahli lain yang berpengalaman.

Apabila ada keluhan atau pertanyaan lain, diskusikanlah dengan dokter agar mendapatkan jalan keluar terbaik. Pengobatan dini dan terstruktur penting dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Memperkuat sistem kekebalan tubuh perlu dilakuan untuk pencegahan sejak dini. Caranya dengan rajin berolahraga, istirahat yang cukup, dan makan makanan yang bergizi. Salam Sehat!

Read More